Posted on

GURU bukanlah DEWA, mereka juga MANUSIA BIASA…

Postingan Admin yang pertama, Admin prihatin karena masih ada guru yang berlaku semena-mena seakan dirinya adalah Dewa. Postingan dibawah udah ane share ama temen2 n sahabat ane. mangga di intip

Sekolah yang mendidik karakter seseorang sejatinya bukanlah sekolah yang ‘mengekang’ siswa yang nakal. Sejatinya adalah Sekolah yang mensupport anak nakal menjadi lebih baik dengan cara yang bijak. Kalau organisasi/yayasan yang mengekang orang-orang didalamnya itu namanya penjara.

“Singa bisa duduk di kursi itu namanya bukan terdidik, tapi namanya terlatih. Karena singa itu takut dicambuk oleh majikannya” -3idiots movie-

Dengan iming-iming sekolah nomor satu, seolah menghipnotis para pelajar/orangtua menyekolahkan anaknya di yayasan/organisasi itu. Tapi kenyataanya? Testimoni ketika saya bersekolah di sekolah yang katanya ‘luar biasa’, saya bertanya kepada beberapa anak. Ternyata rata-rata para murid bilang ga’ betah, banyak peraturan tidak logis, mereka tertekan oleh peraturan aneh yang tidak logis beralasan ‘membentuk karakter’. Sekolah nomor 1 darimana? boleh lah untuk daerah Cirebon Timur, Tapi untuk kabupaten Cirebon? Bagaimana dengan SMAN 6, SMAN 2 ?

Jika anda ingin ke sekolah yang benar2 ‘luar biasa’? carilah SLB terdekat di wilayah anda. Itu namanya luar biasa. Kalau itu sih, BIASA SAJA, bahkan tidak penting.

Bagaimana mendidik anak yang nakal jika, ada seorang anak yang melirik keluar kelas hanya sedikit pandangan keluar, anak itu diusir dari kelas oleh gurunya? Bagaimana anak itu mencerna pelajaran jika sang guru seperti itu? Adakah guru yang membenci muridnya di zaman yang maju ini?

Menurut saya ini bukan suatu kemajuan, tapi kemunduran zaman dimana Guru yang mengajar di sekolah nomor 1 ini sangat gengsi dan merasa berbeda dengan guru2 yang mengajar di sekolah lain. Mungkin ada orang yang berkata, “kaliannya aja yang ga mau nurut, jadinya kualat”.

Disini kami (murid nakal) mencoba menurut dengan peraturan yang ada, tapi jikalau peraturan yang tidak logis dan tidak sesuai dengan karakter kami, apakah kami bisa menjalaninya? ini namanya bukan mendidik karakter, tapi memaksa karakter seseorang menjadi sejalan dengan mereka (murid baik). Tentulah karakter seseorang berbeda2, ga mungkin sama. Bahkan anak kembar pun memiliki karakter yang berbeda.

Berfikirlah wahai Guru, kalian bukanlah DEWA ataupun NABI, kalian adalah seorang manusia biasa yang tak luput dari dosa. Jangan sombong kalau ga mau disombongin ama muridnya.

ni foto admin sob, waktu di sekolah yang ane deskripsikan diatas

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s