Posted on

KENGERIAN YANG TAK TERBAYANGKAN SAAT KITA MELINTASIJEMBATAN SHIRATHAL MUSTAQIM …

5131d52fdb62d_5131d52fdc3fc

Bismillahir-Rah maanir-Rahim …
Pernahkah kita membayangkan menyeberangi sebuah jembatan
yang begitu kecil dan tipis seukuran sehelai rambut dibelah tujuh?
Begitulah kira-kira kalau kita mengumpamakan Jembatan Shirathal
Mustaqim kelak. Sebuah jembatan yang akan menghubungkan
Surga dan Neraka.
“Rasulullah SAW mengumpamakan bahwa sifat titian itu adalah lebih
tipis daripada rambut dan lebih tajam daripada pedang.” (HR.
Ahmad)
Lalu seperti apakah kelak umat manusia dapat melintasinya?
Perjalanan umat manusia di atas Sirathal Mustaqim dapat ditempuh
dengan bermacam-macam keadaan. Hal itu tercermin dari
bagaimana mereka menghabiskan semua waktunya saat hidup di
dunia.
Berikut adalah macam-macam golongan manusia yang
melintasinya: …
– Ada golongan yang dapat melintasinya secepat kilat ..
– Ada golongan yang dapat melintasinya seperti tiupan angin ..
– Ada golongan yang dapat melintasinya seperti burung terbang ..
– Ada golongan yang dapat melintasinya seperti kecepatan kuda
lomba ..
– Ada golongan yang dapat melintasinya secepat lelaki perkasa ..
– Ada golongan yang dapat melintasinya secepat binatang
peliharaan ..
– Ada golongan yang dapat melintasinya dalam jangka waktu sehari
semalam …
– Ada golongan yang dapat melintasinya dalam waktu selama satu
bulan ..
– Ada golongan yang dapat melintasinya selama bertahun-tahun ..
– Ada golongan yang dapat melintasinya selama 25 ribu tahun ..
– Ada golongan yang dapat melintasinya dengan tertatih-tatih ..
– Ada golongan yang langsung terjatuh ke jurang api Neraka ..
Baginda Rasulullah SAW bersabda,
“Dan diletakkan sebuah jembatan di atas Neraka Jahannam, lalu aku
dan ummatku menjadi orang pertama yang meniti di atasnya. Para
Rasul berdoa pada hari itu: ‘Ya Allah, selamatkan! Selamatkan! Di
kanan kirinya ada pengait-pengait seperti duri pohon Sa’dan.
Pernahkah kalian melihat duri pohon Sa’dan?” Para sahabat
menjawab, “Pernah, Ya Rasulullah.” Lalu Rasulullah SAW
melanjutkan, “Sesungguhnya pengait itu seperti duri pohon Sa’dan,
namun hanya ALLAH yang tahu besarnya. Maka banyak ummat
manusia yang disambar dengan pengait itu sesuai dengan amal
perbuatannya di dunia.” (HR. Muslim)
“Suasana pada saat itu sangatlah mengerikan. Suara teriakan,
raungan, jeritan meminta tolong, tangisan, dan ketakutan terdengar
dari berbagai arah. Lebih mengerikan suara gemuruh api neraka dari
bawah sirath yang siap menelan orang terjatuh ke dalamnya. Tidak
henti-henti Rasulullah SAW dan Nabi-Nabi yang lain termasuk juga
malaikat berdoa untuk keselamatan manusia: “Ya Allah, Selamatkan!
selamatkan!””Ia (jembatan shirath) adalah sebuah jalan yang sangat
licin. Dan kaki sulit sekali berdiri di atasnya.” (HR. Muslim)
Sahabat yang dirahmati Allah, …
Sirath di akhirat ini adalah wujud hasil daripada titian (jalan) hidup
yang kita pilih selama tinggal di dunia ..
Buah dari segala apa yang telah kita perbuat selama hidup di dunia …
Barangsiapa yang selalu memilih di jalan Allah dan bepegang teguh
dengan syariat Islam, .. maka sirath di akhirat ini akan mudah dilalui
untuk sampai ke Surga ..
Akan tetapi sebaliknya, ..Jika kita jalani hidup penuh dengan
kemaksiatan, maka bersiap-siaplah diterkam api Neraka yang
berkobar-kobar menyala di dalam Neraka …
Na’udzubillahi min dzalik …
Marilah sama-sama bertaubat sebelum terlambat …
Wallahu a’lam bishshawab, …..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s