Posted on

Kebahagiaan Tidak Bisa Dibeli Dengan Uang

shut-up-and-take-my-money

Kebahagiaan Tidak Bisa Dibeli!

Sebenarnya kalimat yang digunakan pada judul diatas adalah persepsi yang salah mengenai kebahagiaan.

Sekarang sudah banyak orang yang menggunakan kata-kata manis namun secara tidak sadar kata-kata itu memprogram alam bawah sadar kita!. Contohnya ketika melihat teman yang sedang tidak bahagia dalam kerjanya, kebanyakan berkata “kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan uang coy!” dan masih banyak lagi. Inilah penjelasannya versi Tadnong.

memang kata-kata itu terdengar keren dan seolah-olah benar. Padahal kalau kita telisik lebih dalam arti dari kalimat itu mengajarkan kita pada kemalasan. Kalimat itu seharusnya tertulis “kebahagiaan memang tak bisa dibeli dengan uang, akan tetapi uang bisa menjadi jalan untuk mendapakan kebahagiaan”.

Contoh yang sangat mendasarnya seperti ini: Naik haji adalah kebahagiaan bagi mayoritas kaum muslim. Rata-rata mereka yang sudah naik haji terlihat lebih segar dan berbahagia. Akan tetapi, apakah naik haji itu GRATIS? Memang bisa sih gratis kalau kita naik haji menggunakan perahu buatan sendiri. Tapi, uang untuk membeli kayunya apakah gratis? Bolehlah kalau kita mempunyai persediaan kayu. Nah kayu itu sekarang harus di gergaji, di paku dll. Namun, apakah semua peralatan itu GRATIS? Tentu harus bayar! dan seterusnya tidak ada habis.

Semua yang ada di dunia ini kita harus bayar. Kita akan membayar apa yang kita lakukan selama di dunia, dan tidak ada yang gratis. Lahir pun tidak gratis, kita harus mengorbankan nyawa ibu kita, membayar persalinan dll. Hati-hatilah kita dengan kata-kata manis namun beracun. Semua kata-kata manis ini mungkin ini ada kaitannya dengan Freemason atau organisasi lain yang berhubungan dengan satanisme. Karena dengan kata-kata manis seperti lagu, kalimat motivasi, dan lainnya, dapat merusak pemahaman dan pola pikir kita.

Banyak sekali pengaruh dari kalimat “kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan uang”. Dengan berlandaskan kalimat tersebut, kita seolah-olah berkata “oh iya benar juga ya… Percuma juga punya uang banyak, tapi di porotin ama anaknya, dll…”. Kalau di porotin atau yang lain-lain itu tergantung cara orang itu mengatur uang dan mendidik anak-anaknya, bos. Untuk menyanggah kalimat ini, kita cukup berkata “kaya aja tak bahagia, apalagi miskin”

Dengan kalimat “kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan uang”, tanpa kita sadari kita menjadi malas untuk mencari uang. (ilustrasi) Ketika kita menganggur, ada teman yang menanyakan keadaan mu sekarang. Dia bertanya “kerja di mana lu sekarang, keliatannya kurang duit amat lo!” lalu kamu menjawab “mau kerja dimana kek, yang penting w bahagia sekarang! ingat bro, kebahagiaan tidak bisa di beli dengan uang!”. Pasti kita sering menemukan orang seperti itu. Itu lah pola pikir yang salah di dunia ini yang mungkin sudah di otak atik oleh penganut satanisme.

Akan tetapi, dengan kalimat “kebahagiaan memang tak bisa dibeli dengan uang, akan tetapi uang bisa menjadi jalan untuk mendapakan kebahagiaan”, dengan kalimat tersebut bisa memancing kemauan kita untuk mencari uang dengan giat. Bagi orang kebanyakan, kebahagiaan adalah punya uang yang banyak. Karena dengan uang tersebut, kita bisa membeli barang yang kita ingin kan, pergi ke tempat yang di inginkan, dll. Sangat bahagia bukan?

Maka, saring apa yang kamu dengar dan jangan langsung kamu percaya pada seseorang. Meskipun orang itu seorang motivator terkenal, seorang presiden, dll.

Itu semua bergantung pada kalian, ingin hidupnya bahagia tetapi tanpa mempunyai kekayaan, atau ingin hidupnya bahagia dan bahagia pula keuangannya?
Dengan bahagia keuangannya, kita bisa membahagiakan orang lain juga, contohnya: memberi makan anak yatim, memberi amal kepada orang tak mampu, dll. Bahagia dunia, akhirat pula!

Mana pilihan anda?
Wassalamu’alaikum, rizal (penulis)

Klik disini untuk membaca tentang bagaimana cara alam bawah sadar terprogram, yang mungkin berkaitan dengan artikel ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s